Begitu sedih rasanya ketika saya melihat teman-teman saya berpacaran. Pacaran dianggap sah-sah saja bahkan baik dimata kebanyakan orang zaman sekarang. Nggak tega dan kesal kalau ngeliat teman sendiri atau orang lain pacaran. Bagaimana tidak sakit rasanya ketika melihat teman sendiri terjun ke jurang maksiat.
Kali ini saya ingin membahas tentang haramnya pacaran dalam Islam. Artikel ini sebagai peringatan bagi yang berpacaran agar mantap 100% memutuskan pacarnya sekarang dan bertobat. Atau bagi yang belum semoga tidak ikut-ikut melakukan maksiat ini, ya... :)
Haramnya Pacaran Dalam Islam
Bersentuhan dengan non-mahram saja sudah haram hukumnya apalagi pacaran yang nggak jarang atau malah sering pegang-pegang. Bukannya menuduh, tapi pacaran itu lekat sekali dengan pegang-pegangan tangan, saling merankul, peluk-pelukkan atau saling mencium dan lebih parah lagi bisa mencapai berzina, naudzubillah...
Apa yang saya katakan diatas tadi bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Justru sangat rentan untuk terjadi, karena nafsu kita. Melihat pacar kita yang cantik atau tampan, panggil-panggil sayang, itu sudah nafsu, lho... Bahkan, pacaran bisa dibilang sebagai 'pintu gerbang yang paling terbuka lebar' menuju zina.
Apa, sih, untungnya pacaran?? Ada yang bilang membuat rajin belajar. Wah, itu bohong banget. Pacaran justru buat kita malas. Sedang belajar mikirin dia, lagi makan mikirin dia, lagi tidur mimpiin dia, so, hari-hari kita akan always fokus sama dia. Jadi, apa untungnya??
Yang kedua pacaran itu cuma membuang-buang waktu. Disaat kita yang masih remaja harusnya memikirkan masa depan dan meraih cita-cita, eh, malah 'berimajinasi' bareng dia. Tiap hari harus telpon, sms, facebook, twitter sama dia, nanya kabarnya gimana, udah makan apa belum, dan hal-hal nggak penting lainnya. Waktu pun terbuang sia-sia hanya untuk mikirin dia yang belum tentu akan menjadi istri atau suami kita kelak. Uang habis buat traktir, telpon dan sms dia. Dapat dosa pula atas tingkah laku kita.
Ada yang berdalih pacarannya dengan jarak jauh sehingga cuma sms-an dan telponan saja, dan tidak ada kontak fisik. Masalahnya sms-an itu nanya apa, sih? Menanyakan kabar kita dong? Nggak mungkin nanya hutang ^^. Timbullah rasa kangen, dll, yang lagi-lagi kita malah nge-fly mikirin dia. Telpon bareng dia, suara wanita itu aurat jika yang mendengar non-mahram. Apalagi kalau bicara soal sayang-sayangan, aduh, manis banget... astagfirullah.
Perlu diketahui zina itu terbagi menjadi zina mata, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina mulut, zina hidung, zina kemaluan, dan zina hati. Sudah tepat pacaran jarak jauh pun tetap haram.
Saya bicara seperti ini bukan tidar berdasar... Tapi, ada dalil yang kuat tentunya. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi seperti di bawah ini:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra : 23)
"Katakanlah (Muhammad) kepada laki-laki yang beriman, 'hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, 'hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memeliharan kemaluan mereka..." (QS. An-Nur : 30 - 31)
Dan juga sebagaimana hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina-zina. Maka zinanya mata dengan memandang (yang haram), zinanya lisan dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga diantara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya." (HR. Ahmad)
Masih banyak pula dalil-dalil tentang haramnya berpacaran... Dengan dalil-dalil tersebut apakah kita masih mau berpacaran?? Apa kita tidak berpikir hidup kita itu begitu singkat dan masih ada kehidupan kekal? Apa kita yakin pacar kita adalah istri/suami kita kelak? Apa kita yakin pacaran itu tidak rentan dengan putus atau hamil di luar nikah?? Apa kita tidak takut dengan azab Allah yang begitu pedih?? Pikirkan itu.... Kita diciptakan Allah dan semua yang kita punya saat ini juga milik Allah. Diri kita pun hanya milik-Nya. Kenapa kita membangkang? Padahal kita dan seluruh alam semesta beserta isinya ini milik-Nya. Renungkan... :)
Menyukai seseorang itu wajar. Tapi jangan diumbar jangan diperlihatkan. Cukup kita dan Allah yang tahu. Suatu saat nanti, ada, kok waktu yang tepat untuk kita pacaran, yaitu: disaat sudah nikah... Kalau sudah nikah barulah kita berpacaran. :)
"Barang siapa durhaka dan mengutamakan kehidupan dunia, sesungguhnya
nerakalah tempat tinggalnya. Adapun orang yang takut akan
kebesaran Allah dan menahan dirinya dari gejolak nafsunya,
sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya."
(QS. An-Naazi'at : 37 - 41)
